KUMITU KONSULTAN – Pemeliharaan Aset Perusahaan dilakukan oleh kalangan manajer produksi atau manajer logistik yang ada di sebuah perusahaan. Pelaksanaan kegiatan manajemen Aset ini dijalankan dalam waktu yang cenderung efisien dan efektif.

Keberadaan Aset perusahaan yang terdiri atas pengelolaan sejumlah barang atau uang yang ada di perusahaan ini diupayakan sebagai jalan keluar dalam pengelolaan manajemen Aset di sebuah perusahaan.

Pemeliharaan Aset merupakan pengelolaaan atas Aset yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Kegiatan manajemen Aset ini antara lain terdiri atas yaitu :

  1. Depresiasi Aset

Istilah depresiasi Aset ini biasa digunakan oleh kalangan perusahaan yang masuk dalam kegiatan produksi. Keberadaan sarana dan prasarana perusahaan yang ada diartikan sebagai bahan perhitungan yang harus dipantau setiap saat.

Pemantau yang dilaksanakan ini ditujukan agar tidak terjadi pengurangan kepemilikan barang yang di perusahaan. Beberapa orang banyak menyebutkan bahwa pengurangan kepemilikan barang ini sebagai depresiasi Aset. Secara jelasnya, mungkin anda dapat mengetahui bahwa depresiasi Aset ialah pelaksanaan manajemen Aset yang dilakukan dengan menurunkan nilai fisik properti yang dimiliki oleh perusahaan karena senantiasa digunakan setiap saat.

Pelaksanaan depresiasi Aset tidak bisa dijalankan pada semua barang berupa sarana dan prasarana yang ada di perusahaan melainkan dapat dilakukan hanya pada beberapa bagian saja. Ketentuan pelaksanaan kegiatan depresiasi Aset dapat anda temukan dalam hal berikut ini yaitu :

–Barang yang ada di perusahaan ini harus digunakan dalam usaha atau bisa dipertahankan untuk menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Hal ini diartikan sebagai penyusutan modal peralatan yang ada di sebuah perusahaan.

– Unsur properti perusahaan ini sebaiknya memiliki umur manfaat tertentu didalamnya. Keberadaan umur tersebut haruslah lebih lama dari setahun sehingga penilaian depresiasi Asetnya bisa dijalankan dengan optimal oleh perusahaan.

– Depresiasi Aset mengharuskan properti perusahaan yang ada menjadi sesuatu yang dapat digunakan sampai habis sehingga dapat dihitung kelayakan sarana yang digunakan tersebut. Selain itu, depresiasi Aset ini juga dapat dihitung ketika segala properti tersebut dapat mengalami peluruhan atau kehancuran, dan mengalami keusangan yang diartikan sebagai pengurangan nilai dari nilai asalnya.

  1. Amortisasi Aset

Kegiatan amortisasi Aset banyak diartikan sebagai penyusutan harta atau barang tak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan.

Rentang penyusutan barang harta tak berwujud ini didasarkan atas lama waktu penerapan dari Aset perusahaan itu sendiri.

Beberapa kelompok yang mungkin masuk dalam kategori amortisasi Aset ini dapat anda temukan dalam ulasan dibawah ini yaitu :

–Kelompok Amortisasi Aset

Amortisasi Aset berkaitan langsung dengan yang namanya harta tak berwujud. Pengelompokkan harta tak berwujud ini diupayakan agar pelaksanaan keuangan perusahaan ini bisa terjalankan dengan baik. Beberapa pengelompokkan harta tak berwujud ini diantaranya yaitu:

  1. Harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 4 tahunan
  2. Harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 8 tahunan
  3. Harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 16 tahunan
  4. Harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 20 tahunan

Inilah kedua kegiatan manajemen Aset yang dijalankan untuk menunjang pelaksanaan pengelolaan serta pengaturan Aset yang ada dalam sebuah perusahaan.

Kumitu Konsultan siap mendampingi Perusahaan Anda untuk konsultasi dan sertifikasi ISO 55001:2014. Hubungi Kami (klik di sini).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *