Oleh: Iguh Rahman, Consulting Director

KUMITUKONSULTAN.COM – Contractor Safety Management System (CSMS) adalah sistem manajemen yang dimiliki oleh kontraktor dan diminta oleh pemilik perusahaan. Artinya standar CSMS sebenarnya ditetapkan oleh masing-masing pemilik perusahaan (pemberi pekerjaan), seperti perusahaan K3S-Pertamina, BP, Chevron, atau juga Adhi karya, PP, Waskita, dan sebagainya. CSMS adalah persyaratan safety yang diminta oleh perusahaan owner kepada kontraktor melalui serangkaian checklist yang harus dipenuhi dengan bukti. Biasanya CSMS diminta pada saat keikutsertaan tender dan menjadi syarat mutlak untuk kualifikasi. Kontraktor memiliki tingkat pembagian risiko yaitu high risk, medium risk dan low risk, sehingga semua kontraktor dan jenis usahanya tanpa kecuali wajib memiliki CSMS.

CSMS dapat dipenuhi oleh perusahaan kontraktor bila memiliki standar safety perusahaan  atau paling tidak memiliki OHSAS. Karena CSMS sebenarnya adalah mini OHSAS, apa persyaratan yang diminta oleh perusahaan owner  dapat mengambil data dari OHSAS. Apa yang terjadi ke depan bila OHSAS dihilangkan? Bagaimana ISO 45001 menggantikan fungsi OHSAS dalam memenuhi persyaratan CSMS?

Aspek pemenuhan dokumentasi menjadi lebih mudah dengan ISO 45001. Mungkin sebelumnya kontraktor harus membawa paket CSMS dengan otner atau folder atau bantex yang tebal tetapi dari data ISO 45001 akan lebih mudah memenuhi CSMS.

ISO 45001 menetapkan documented information di artikel ISO 9001:2015 Dahsyat membahas apa itu Documented Information. Pihak perusahaan owner menyediakan kerangka portal CSMS untuk menyediakan informasi yang dipersyaratkan kepada pihak kontraktor. Kontraktor yang implementasi ISO 45001 sudah menyediakan kerangka platform informasi CSMS dan ini bisa align dengan portal perusahaan owner.

Informasi dan document yang diminta oleh perusahaan owner terhadap CSMS kontraktor dengan cepat , handal dan aman. Proses kualifikasi menjadi lebih cepat, pemutusan terkait pemenangan tender menjadi cepat dan transparan.

Kuncinya untuk CSMS model ini adalah paradigma pihak owner dan kontraktor yang sama-sama ingin menyediakan informasi safety management system secara cepat, handal dan transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *