KUMITUKONSULTAN.COM – Setelah mengetahui bagaimana cara mengukur kepuasan pelanggan, tulisan ini akan mengantarkan Anda menuju seputar internal perusahaan. Mengukur kepuasan karyawan, misalnya. Seberapa puaskah karyawan yang bekerja di perusahaan Anda?

Karyawan merupakan asset paling berharga yang dimiliki oleh perusahaan. Namun survei membuktikan, 77,34 persen karyawan dari total 4.331 responden mengaku tidak puas dengan tunjangan dan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan. Benarkah hanya faktor itu yang membuat karyawan merasa tidak puas? Bagaimana cara mengukur kepuasan karyawan?

Di dalam sistem manajemen yang menggunakan pola continual improvement, segala aspek yang berpengaruh terhadap budaya improvement harus dipandang sebagai alternatif-alternatif yang menuju kepada perbaikan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan karyawan, seperti:

  1. Rating Scale
  • Minnessota Satisfaction Questionare

adalah suatu instrument pengukuran kepuasaan kerja yang di dalamnya mengindikasikan unsur kepuasan dan unsur ketidakpuasan karyawan. Unsur kepuasan dan ketidakpuasan kerja yang diukur MSQ: Aktivitas, Kemandirian, keaneka-ragaman, Status Sosial, Supervisi/Pengawasan (Human Relations), Pengawasan (Teknis), Nilai-nilai Moral, Keamanan, Pelayanan Sosial, Kewenangan, Kemampuan Penggunaan, Kebijakan Perusahaan dan Praktik, kompensasi/upah, Advancement/kenaikan pangkat, Tanggungjawab, kreativitas, Kondisi Kerja, Rekan kerja, Pengakuan, dan Prestasi. Responden membaca setiap item (misalnya, “Perasaan kesanggupan dalam menyelesaikan/ kemahiran yang saya dapatkan dari pekerjaan ini”) dan menilai aspek pekerjaan pada skala lima poin: dari 1 ( “Aku tidak puas”) sampai 5 ( “Aku sangat puas”). Reliabilitas/keandalan (misalnya, tes-tes ulang rata-rata r = 0,83) dan koefisien validitas telah ditemukan (Dawis, Pinto, Weitzel, & Nezzer, 1974; Dunham, Smith, & Blackburn, 1977).

Beberapa peneliti (misalnya, Brief, 1998) lebih menyukai MSQ daripada JDI, karena MSQ dapat mengukur aspek-aspek secara lebih luas.

  • Job Descriptive Index

adalah suatu instrument pengukuran untuk mengetahui sikap karyawan terhadap komponen-komponen dari pekerjaan. Mungkin pengukuran kepuasan kerja yang paling populer adalah the Job Descriptive Index (jdi; Smith, Kendall, & Hulin, 1969, 1985). JDI tersebut berisi 72 item yang mengukur kepuasan dengan lima aspek, yaitu pekerjaan, upah, Promosi, Pengawasan, dan Rekan sekerja. Responden membaca kata sifat atau frasa singkat (misalnya, “membosankan,” “baik”) dan mengevaluasi apakah masing-masing menggambarkan pekerjaan mereka dengan baik dengan menjawab “ya,” “tidak,” atau “tidak yakin.” Ironson et al. (1989) melaporkan bahwa kisaran reliabilities konsistensi internal adalah 0,78-0,88, dan validitas JDI sudah terbentuk dengan baik (Brief, 1998).

  • Portern need Satirfaction Question are

Adalah suatu instrument untuk mengukur kepuasan kerja para manajer.

  1. Critical Incidents

Teknik ini dikembangkan oleh Frederick Herzeberg dalam penelitian motifasi dua faktor tentang faktor apa saja yang membuat karyawan puas atau tidak puas.

  1. Interview

Teknik ini dilakukan dengan cara melakukan interview terhadap karyawan secara individu.

Apakah Anda siap untuk mendapatkan umpan balik dari para karyawan Anda, yang notabene adalah asset perusahaan yang paling berharga? Hubungi Kami sekarang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *